Minggu, 21 Agustus 2016

Makna dan Pelajaran yang Bisa Didapat dari Lomba 17 Agustus

makna pelajaran lomba 17 agustus

17 Agustus merupakan hari penting bagi seluruh rakyat Indonesia karena pada tanggal tersebut Presiden Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia di muka dunia. Masyarakat Indonesia memiliki cara unik merayakan kemerdekaan Indonesia dengan melaksanakan kegiatan yang biasa disebut “Lomba 17 Agustus”.

Selain untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia, tentu saja tujuan dari kebanyakan warga yang berpartisipasi dalam lomba adalah mengincar hadiah yang disediakan panitia. Namun di samping itu sebenarnya lomba ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antar warga.
Bahkan setiap cabang lomba 17 Agustus memiliki filosofi dan maknanya masing-masing. Lalu hal-hal apa sajakah yang bisa Anda dapatkan dan pelajari dari lomba 17 Agustus?

1. Kesempatan Berinteraksi Sosial Antar Warga

01 Interaksi Sosial Antar Warga - sumber beritasarinews

Di era teknologi modern saat ini, masyarakat Indonesia sudah mulai menjadi makhluk yang individual dan tidak perduli dengan kondisi sekitar. Banyak dari mereka yang lebih fokus dengan gadget-nya masing-masing ketimbang berinteraksi dengan orang lain.
Dengan adanya momen lomba 17 Agustus ini banyak masyarakat yang akhirnya menyimpan gadgetnya, “turun ke jalan” untuk melihat keseruan lomba, dan juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan para tetangganya.

2. Tertawa dan Bersenang-senang Bersama

02 tertawa
Melihat aksi konyol para peserta lomba tentunya akan mengocok perut para penonton. Hal ini justru menjadi salah satu esensi dari lomba dimana semua masyarakat dapat melepas kegengsiannya sehingga dapat bersenang-senang bersama.

3. Ajang Mencari Jodoh

03 mencari jodoh
Untuk para anak muda lomba 17 Agustus ini juga bisa dijadikan ajang tebar pesona dan mencari pasangan karena banyak warga yang keluar rumah untuk mengikuti dan menonton lomba. Keuntungannya menemukan pasangan pada saat lomba 17 Agustus adalah pastinya rumahnya tidak terlalu jauh sehingga tidak perlu membuang waktu dijalan untuk kencan. Bahkan mungkin saja orang tuanya sudah saling mengenal karena satu lingkungan, sehingga izin kencannya bisa lebih mudah didapat.

4. Mendapatkan Hadiah yang Menarik

04 hadiah lomba
Seperti yang sempat disinggung sebelumnya tentu saja motivasi dari kebanyakan warga yang berpartisipasi dalam lomba 17 Agustus adalah untuk mendapatkan hadiah yang menarik. Biasanya hadiah yang ditawarkan adalah alat rumah tangga,atau peralatan sekolah. Namun jangan salah, beberapa daerah menawarkan hadiah yang sangat menarik seperti televisi, handphone ataupun sepeda.

5. Mengajarkan Semangat Kerja Keras, Pantang Menyerah dan Gotong Royong

Sejumlah pejuang Indonesia memekikkan kemerdekaan seusai menduduki markas tentara Jepang S.E 21/24 Butai saat pementasan drama kolosal pengibaran bendera Merah Putih pertama kali di Dermaga Ujung, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/11). Drama kolosal mengenai cerita perjuangan rakyat Indonesia saat menghadang dan menawan tentara Jepang yang keluar masuk wilayah Ujung tersebut digelar oleh pegiat sejarah Roodeburg dan alumni AAL angkatan ke-51. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye/15
Para pejuang yang telah gugur di medan perang menggunakan semangat kerja keras, pantang menyerah dan kerjasama untuk mencapai kemerdekaan Indonesia tanpa iming-iming sepeda, televisi dan juga handphone (dikarenakan zaman dulu belum ada handphone). Dengan menerapkan semangat tersebut ke dalam lomba, niscaya Anda bisa sukses menjadi pemenang. Semangat ini yang juga harus ditanamkan kepada setiap warga negara Indonesia untuk membuat Indonesia lebih maju lagi.
Nah, jadi hal-hal itulah yang bisa didapat dari lomba 17 Agustus. Tidak ada ruginya ‘kan ikut lomba 17 Agustus? Bahkan setiap lomba 17 Agustus memiliki makna dan filosofinya masing-masing. Mari kita bahas lagi tentang makna dan filosofi yang bisa diambil dari cabang lomba 17 Agustus.

1. Makan Kerupuk

11 Lomba Makan Kerupuk
Lomba ini adalah salah satu lomba favorit pada acara 17 Agustus karena ditujukan untuk segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mekanisme berlombanya adalah dengan mengikat kedua tangan peserta di belakang badan dan menghabiskan sebuah kerupuk yang digantungkan di depan wajah peserta. Peserta tidak boleh menyentuh kerupuk, dan harus menghabiskannya dengan cepat.
Lomba makan kerupuk ini mengingatkan kita pada zaman penjajahan dulu ketika masyarakat Indonesia terbelenggu dan sulit untuk bergerak. Namun mereka tetap bersemangat dan berusaha mencari makan meski ditindas oleh penjajah. Mereka tidak pasrah pada nasib dan mati tanpa perlawanan.
Pelajaran: Tetap berusaha meski dalam kondisi sesulit apapun.

2. Balap Karung

12 Lomba Balap Karung
Lomba ini juga salah satu ciri khas 17 Agustus. Peserta memasukan tubuhnya ke dalam karung goni, lalu melompat hingga garis finish. Peserta mungkin akan jatuh tersandung ketika melompat, namun mereka akan berusaha bangun untuk mencapai garis finish.
Karung goni ini juga mengingatkan kita pada jaman penjajahan dimana banyak rakyat yang menggunakan karung goni sebagai pakaian mereka.
Pelajaran: Berapa kali pun Anda terjatuh, Anda harus terus berusaha bangkit dan mencapai tujuan.

3. Panjat Pinang

13 Lomba Panjat Pinang
Salah satu cabang lomba 17 Agustus yang biasa menjadi perhatian karena tingkat kesulitan yang lumayan. Sekelompok orang harus memanjat sebuah tiang dari pohon pinang yang dilumuri oli, untuk mengambil berbagai hadiah yang digantung diatas tiang tersebut.
Badan peserta pun juga dilumuri oli pada saat memanjat akan terasa licin dan sulit. Untuk mencapai puncak peserta harus bahu membahu (secara harafiah), menopang peserta lainnya agar bisa mencapai puncak.
Dulu panjat pinang digelar sebagai hiburan saat perayaan-perayaan penting orang Belanda di Indonesia yang pesertanya adalah penduduk pribumi.
Pelajaran: Sesulit apapun keadaan, jika Anda bekerjasama maka Anda akan meraih keberhasilan.

4. Tarik Tambang

14 Lomba Tarik Tambang
Lomba yang tak kalah menarik ini tidak memandang usia dan jenis kelamin. Dua tim di sisi yang berlawanan akan berusaha menarik sebuah tali tambang agar tim lawan melewati pembatas.
Lomba ini bukan hanya mengadu kekuatan saja, tetapi juga membutuhkan kerjasama tim yang kompak dan solid. Jika tim tersebut tidak kompak, maka bisa dipastikan tim tersebut tidak akan menang.
Pelajaran: Kerjasama merupakan kunci untuk meraih kemenangan.

5. Balap Bakiak

15 balap bakiak
Pada lomba ini beberapa tim yang masing-masing terdiri dari 3-4 orang akan menggunakan bakiak panjang yang diselipkan di kaki masing-masing dan berjalan mencapai garis finish. Tim pertama yang mencapai garis finish adalah pemenangnya.
Lomba ini benar-benar membutuhkan kekompakan dalam tim karena jarak langkah kaki setiap orang harus sama. Jika tidak pasti tim tersebut akan tersandung dan tersusul oleh tim lain.
Pelajaran: Dibutuhkah kekompakan dalam tim untuk mencapai tujuan dengan cepat, bahkan hingga hal kecil seperti ritme dan langkah.

6. Sepak Bola Sarung

16 Sepakbola sarung
Lomba ini pada dasarnya sama seperti pertandingan sepak bola pada umumnya. Yang membedakan adalah setiap peserta harus menggunakan sarung dalam pertandingan. Terkadang lomba ini digabung dengan lomba rias mata tertutup.
Setelah para pria dirias oleh peserta lainnya dengan mata tertutup (yang pastinya membuat wajah para pria tersebut menjadi abstrak), mereka melanjutkan lomba sepak bola sarung.
Bermain sepak bola akan menyulikan pergerakan para peserta untuk mengontrol bola sehingga dibutuhkan kerjasama tim yang hebat.
Pelajaran: Sekalipun Anda dipersulit situasi dan keadaan, kerjasama akan memudahkan Anda untuk mencapai tujuan.

7. Lomba Sepeda Lambat

17 Lomba Sepeda Lambat
Jika kebanyakan lomba adalah adu cepat, justru lomba ini malah adu lambat. Pemenangnya adalah peserta yang paling terakhir mencapai garish finish dengan sepeda. Dibutuhkan keseimbangan, konsentrasi dan kesabaran untuk memenangkan lomba ini.
Pelajaran: Terkadang Anda tidak harus menjadi yang pertama untuk menjadi pemenang.

8. Lari Kelereng

18 Lari Kelereng
Lomba ini biasa diikuti oleh anak-anak karena cukup mudah, meski tidak tertutup kemungkinan untuk diikuti oleh orang dewasa. Kelereng ditaruh di atas sendok kemudian sendok digigit peserta dan berjalan secepatnya menuju garis finish tanpa menjatuhkan kelereng tersebut.
Selain kecepatan, lomba ini juga membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi.
Pelajaran: Cepat dan konsisten merupakan faktor penentu keberhasilan.

9. Estafet Karet Gelang

19 Estafet Karet Gelang
Lomba ini juga diminati anak-anak karena tidak terlalu sulit. Masing-masing anggota tim berbaris dengan menggigit sedotan. Mereka harus memindahkan sebuah karet gelang ke teman di sebelahnya melalui sedotan, tanpa bantuan apapun dan tanpa menjatuhkan karetnya. Tim yang paling banyak mengumpulkan karet gelang adalah pemenangnya.
Lagi-lagi kekompakan sangat dibutuhkan pada lomba ini. Selain itu, ketepatan dan kecepatan juga menjadi faktor penentu kemenangan.
Pelajaran: Selain cepat dan tepat, kerjasama juga diperlukan untuk mencapai tujuan.

Itulah makna dan pelajaran yang bisa kita pelajari dari lomba 17 Agustus. Meskipun terlihat simpel, namun setiap lomba memiliki pelajaran yang bisa Anda terapkan pada kehidupan sehari-hari.
Karena itu pada saat di lingkungan Anda diadakan acara lomba 17 Agustus, jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Selain ada berpeluang untuk mendapatkan hadiah, Anda juga dapat melepas stres dan berinteraksi dengan para tetangga.
SALAM MERDEKA!

Sumber http://blog.sukawu.com/lomba-17-agustus/

Osis Man 2 Bogor Merayakan 17 Agustus

    Leuwisadeng - Kabupaten Bogor
Dua hari telah berlalu setelah rakyat Indonesia merayakan HUT RI ke 71. Namun kemeriahan tetap berlanjut pada hari Sabtu (20/08) tepatnya di Kampus MAN 2 Bogor ikut memeriahkan HUT RI ke 71 dengan acara "Pentas Seni dan Olah Raga" yang diwadahi oleh OSIS dengan berbagai macam mata perlombaan dengan diikuti oleh setiap perwakilan kelas.


Dengan semangat 45, para peserta berlomba untuk menjadi yang terbaik dalam memeriahkan perlombaan. Salah satunya adalah mata lomba balap sarung dengan peserta masing-masing 5 orang. Mata lomba ini bermakna, walaupun di dalam kesempitan kita harus mampu berjuang dan menjadi bangsa yang merdeka dari segala bentuk penjajahan. Ungkap Ketua OSIS, Solihin.

Acara yang dilaksanakan seharian ini diikuti antusiasme para siswa, tidak hanya perlombaan-perlombaan yang menguras tenaga dan pikiran saja, ada pula perlombaan Festival Band dan Akustik yang juga diikuti oleh para perwakilan kelas masing-masing.
 
Berikut Gambaran Saat Perlombaan :

    Mata Lomba Volli 
Mata Lomba Makan Kerupuk 

                                                
    Mata Lomba Balap Karung
    Mata Lomba Futsal
  
 Dra. Hj. N. Nani Ruhyani M.Pd menyatakan perlombaan ini tidak hanya sebagai keikutsertaanya MAN 2 Bogor dalam memeriahkan HUT RI ke 71 saja, namun sekaligus mencari bibit-bibit baru dalam bidang olahraga seperti Futsal,Voly, Tenis Meja dan Catur. (Humas Osis 2016)